Logo dan Makna

Korpolairud, Secara keseluruhan lambang Pataka Korpolairud Baharkam Polri melambangkan arti:

Korpolairud merupakan garda terdepan Polri dalam rangka melaksanakan tugas pokok Polri di perairan dengan filosofi Nityacas Samapta (selalu siap siaga dan waspada) untuk menjaga dan memelihara keamanan dan keselamatan, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan melayani masyarakat, dengan menjunjung tinggi kehormatan kesatuan, soliditas, hierarki, loyalitas, kejujuran dan keikhlasan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara untuk menjadi kesatuan yang profesional, modern dan terpercaya serta berkelas dunia;

mempunyai semangat juang yang tinggi dan dalam menjalankan tugas senantiasa berdasarkan Pancasila, UUD 1945, serta sebagai abdi utama bagi masyarakat, bangsa dan negara yang menjunjung tinggi Tribrata sebagai pedoman hidup Polri guna menciptakan kondisi perairan yang aman, tertib dan tenteram bagi masyarakat baik nasional maupun internasional.

Makna dari lambang polairud Direktorat Kepolisian Perairan Gambar Tanda Kesatuan Direktorat Kepolisian Perairan Baharkam Polri berbentuk “KERUCUT BIDANG DATAR DENGAN ALAS CEMBUNG TERBALIK” di dalamnya berisi gambar:

gambar 2 (dua) jangkar melintang dan perisai Tribrata warna kuning warna dasar hitam dan biru dengan sisi kiri, kanan dan atas berwarna merah;

tulisan “POLISI PERAIRAN” berwarna hitam, dengan warna dasar merah; diubah menjadi

latar belakang berbentuk perisai yang menyerupai segitiga dengan bagian sisi-sisi kakinya melengkung menggambarkan perisai sebagai sebuah alat untuk perlindungan diri pada peperangan jaman dahulu, mengandung makna personel Korpolairud sebagai pelindung masyarakat, bangsa dan negara;

tulisan “KORPOLAIRUD” dengan warna huruf hitam dan dasar merah mengandung makna personel Korpolairud adalah penjaga keamanan yang memiliki keberanian untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum

gambar jangkar, melambangkan unsur perairan dan menggambarkan alat kapal yang digunakan waktu berlabuh agar tidak hanyut terbawa arus mengandung makna personel Korpolairud memegang teguh prinsip dan tidak mudah goyah serta selalu setia terhadap NKRI, UUD 1945, Tribrata dan Catur Prasetya;

gambar rantai, menggambarkan alat yang digunakan untuk menyatukan benda atau menyambung benda, mengandung makna bahwa anggota Korpolairud memiliki jiwa korsa dan jalinan persaudaraan yang begitu kuat sehingga dapat berperan sebagai pemersatu bangsa dan negara Indonesia;

gambar burung, melambangkan unsur udara dan menggambarkan hewan yang memiliki kemampuan terbang dalam berbagai macam kondisi alam ke berbagai belahan bumi mengandung makna kegigihan, semangat juang dan kekuatan personel Korpolairud mencapai seluruh wilayah NKRI melalui laut dan udara guna menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum;

gambar arah mata angin, merupakan petunjuk arah yang selalu digunakan oleh personel Korpolairud dalam melaksanakan tugas mengandung makna bahwa personel Korpolairud mematuhi arah kebijakan Pemerintah dan Pimpinan Polri;

warna merah, menggambarkan keberanian mengandung makna personel Korpolairud memiliki keberanian dalam menjaga keamanan dan ketertibanmasyarakat;

warna kuning, menggambarkan emas sebagai lambang kejayaan dan warna matra Kepolisian mengandung makna Korpolairud akan menjaga kejayaan matra Kepolisian dalam setiap pelaksanaan tugasnya;

warna hitam, menggambarkan marwah penjaga keamanan mengandung makna bahwa Korpolairud adalah penjaga keamanan bagi masyarakat, bangsa dan negara;

warna biru, menggambarkan angkasa dan lautan mengandung makna tempat atau wilayah penugasan Korpolairud yaitu di perairan dan udara;

warna orange, menggambarkan petualangan alam bebas mengandung makna personel Korpolairud memiliki optimisme, percaya diri dan kemampuan bersosialisasi serta adaptasi yang baik dengan lingkungan;

warna putih, menggambarkan kebenaran atau keadilan mengandung makna personel Korpolairud selalu mengutamakan keadilan dan kebenaran dalam menegakkan hukum guna menjamin kepastian hukum bagi masyarakat